Jumat, 08 Mei 2009

Keabadian Sultan Saladin


Dia dikenal sebagai raja, panglima perang yang jago strategi, pemimpin umat, dan sekaligus sosok yang santun dan penuh toleransi.

Banyak manuskrip yang men
catat "Saladin Sang Raja Mesir" (Saladin, King of Egypt) sebagai simbol kekuasaan Eropa. Namanya tidak bisa dilepaskan dari Sejarah Perang Salib yang membawa kejayaan Islam, namun tanpa menindas kaum Kristiani.


Sultan Saladin lahir dengan nama Salahidun Yusuf Ibn Ayyub di Tikrit, dekat Sungai Tigris dari sebuah keluarga Kurdi. Ia dikirim ke Damaskus, Suriah, untuk menimba ilmu. Selama sepuluh tahun ia berguru pada Nur ad-Din (Nureddin). Setelah berguru ilmu militer pada pamannya, seorang negarawan Seljuk dan pimpinan pasukan Shirkuh, ia dikirim ke Mesir untuk menghadang perlawanan Kalifah Fatimiyah tahun 1160. Ia sukses dengan misinya yang membuat pamannya duduk sebagai wakil di Mesir pada tahun yang sama. Saladin memperbaiki perekonomian Mesir, mengorganisasi ulang kekuatan militernya, dan mengikuti anjuran ayahnya untuk tidak memasuki area konflik dengan Nur ad Din. Sepeninggal Nur ad Din, barulah ia mulai serius memerangi kelompok Muslim sempalan dan pembrontak Kristen. Dia bergelar Sultan di Mesir dan menjadi pendiri Dinasti Ayyubi serta mengembalikan ajaran Sunni ke Mesir.

Read more...

HAMAS Diduga Akan Umumkan Gencatan Senjata dengan Israel


Kelompok HAMAS mengatakan kepada Mesir bahwa mereka mungkin akan mengumumkan masa tenang dengan Israel, kata seorang sumber yang dekat dengan gerakan itu kepada Xinhua Kamis malam.

Sumber yang tidak mau disebut jatidirinya itu mengatakan HAMAS telah menginformasikan kepada para juru penengah Mesir bahwa mereka akan menyepakati masa tenang dengan Israel asalkan negara Yahudi itu menghentikan agresinya di Jalur Gaza.

Para pejabat HAMAS sulit dihubungi untuk diminta konfirmasinya mengenai hal itu.

Israel melancarkan operasi militer besar-besaran di Gaza pada akhir tahun 2008, dengan tujuan mencegah para pejuang Gaza melakukan penembakan roket ke wilayah komunitas Israel selatan.

Serangan militer tersebut berakhir selama 22 hari, sebelum Israel dan kelompok-kelompok Palestina di Gaza, terutama gerakan HAMAS, masing-masing mengumumkan gencatan senjata secara sepihak.

Sejak perang berakhir, Mesir menjadi juru penengah antara Israel dan HAMAS guna mencapai gencatan senjata yang berumur lebih lama. (antr/mj/www.suara-islam.com)

Read more...

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP